Selasa, 21 September 2021

Kejati Temukan Bukti Dugaan Mark Up Hingga Rp 800 Juta Kasus Disdik Seluma

Angkasanews.id-
Sabtu, 24 Juli 2021 | 01:44WIB
1 menit baca
kadisdik
16859678893602362891

BENGKULU – Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu, mulai mengusut dugaan penggelembungan atau mark up dana BOS Afirmasi Dinas Pendidikan Kabupaten Seluma. Hal ini sebagaimana diketahui, pada Jum’at Pagi (23/7) (red kemarin) Kepala Dinas Pendidikan (disdik) Seluma Emzaili Hambali, S.Pd tampak menmenuhi panggilan penyidik dan mendatangi Kantor Kejati Bengkulu serta langsung masuk ke ruangan Pidana Khusus (Pidsus) untuk dilakukan pemeriksaan.
Hanya saja, pengakuan Zaili saat ditemui wartawan usai keluar dari ruang Pidsus, dirinya mengaku kedatangannya ke Kejati Bengkulu hanya sekedar koordinasi terkait surat pemanggilan, disinggung soal pemanggilan dirinya ia menepis bahwa belum ada pemanggilan kembali secara resmi terhadap dirinya. “Tidak ada pemanggilan, hanya ngambil surat panggilan aja, (terkait dugaan mark up, red) no komen ya,” Singkatnya saat memberi keterangan.
Sebelumnya, Tim penyidik tindak pidana korupsi Kejaksaan Tinggi Bengkulu telah menggeledah kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Seluma. Penggeledahan dilakukan setelah penyidik menaikkan status pengusutan kasus dugaan korupsi penyalahgunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) afirmasi nonfisik tahun 2020 ke tingkat penyidikan.
Sementara itu, Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Bengkulu Pandoe Pramoe Kartika menyebutkan, saat ini tim penyidik Pidsus Kejati Bengkulu telah menemukan bukti atas perbuatan melawan hukum terkait penyidikan dugaan korupsi dana BOS Afirmasi di Dinas Pendidikan Seluma. Ditemukan adanya dugaan praktik permainan harga dalam penggunaan dana alokasi khusus (DAK) afirmasi nonfisik untuk membeli beberapa perlengkapan sekolah seperti laptop, printer dan sejumlah alat-alat sekolah lainnya seperti alat pembelajaran dan alat protokol kesehatan berupa thermogun atau alat pengukur suhu peralatan protokol kesehatan oleh 73 SD dan 29 SMP di Kabupaten Seluma.
“Mark Upny, ada banyak di pengadaan alat-alat. Disitu, kita lihat sample-samplenya. sangat jelas itu ada yang dimark up, dengan total selisih harga secara keseluruhan mencapai Rp 800 juta.” Jelas Aspidsus.(ken)

Tulis Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini Lainnya

Wabup: Rangkaian Job Fit untuk Mutasi

PEMATANG AUR – Tahapan job fit pejabat esok II kemarin telah resmi dibuka oleh Wakil…

Fraksi Nasdem Akan Ajukan Interpelasi Terkait Tabat

PEMATANG AUR – Fraksi Nesdem di DPRD Seluma akan menggunakan hak interpelasi terkait tapal batas…

Anggaran Pembangunan Balai Kota Minta Dipangkas

BENGKULU – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu telah merencanakan pembangunan Balai Kota di kawasan perkantoran merah…

Setiap Tahun, Ada Saja ASN Cerai

BENGKULU SELATAN – Fenomena maraknya gugatan cerai tidak terlepas dari faktor kehidupan yang diperbuat melalui…

GAMKI-Polres Bengkulu, Vaksin Massal

BENGKULU – Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Bengkulu bersama Polres Bengkulu akan mengadakan vaksin…

Dakwah Cara Nabi Selamatkan Iman yang Tersesat

BENGKULU – Apa sebenarnya arti Dakwah? Dakwah secara bahasa artinya memanggil, mengundang, ajakan, imbauan dan…

90% Pejabat BS Tak Paham Tupoksi

BENGKULU SELATAN – Bupati Bengkulu Selatan (BS), Gusnan Mulyadi, SE.MM menuturkan, bahwa dari hasil Cascading…

,

Perangkat Desa Bisa Ajukan Pinjaman Rp 75 Juta ke Bank Bengkulu

SEMIDANG ALAS – Kepala desa dan perangkat, bisa mengajukan pinjaman hingga Rp75 juta ke Bank…

Kata Bupati Seluma, Dia Cari Kadis Berkualitas

PEMATANG AUR – Job Fit terhadap 24 Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang pada saat…

PR Polres Seluma. Tangkap Pemilik Ladang Ganja

SELEBAR – Hingga saat ini, anggota jajaran Kepolisian Polres Seluma masih melakukan penelusuran terkait dengan…

Kesehatan

Langganan Konten

Berlangganan buletin kami untuk mendapatkan berita terbaru, berita populer, dan pembaruan eksklusif.

Loading