Selasa, 21 September 2021

Kecelakaan Kerja Saat Pemasangan Listrik, 3 Tewas Kesentrum

Angkasanews.id-
Senin, 3 Mei 2021 | 02:46WIB
5 menit baca
16859678893602362891

Ujang Darwin Korban Selamat Kesetrum Desa Lubuk Lagan
Tidak Ada yang Salah, Murni Kecelakaan

Beberapa hari yang lalu, kabar tentang kematian pekerja yang memasang lampu jalan di Desa Lubuk Lagan, Kecamatan Seluma Barat ramai menjadi perbincangan. Betapa tidak dari tujuh orang pekerja yang mengalami luka, tiga orang di antaranya meninggal dunia, karena tersengat listrik tegangan tinggi. Dalam kejadian ini tentunya menjadi pertanyaan, apa penyebab sehingga kecelakaan ini terjadi, padahal lampu jalan yang dipasang merupakan lampu dengan teknologi solar panel atau yang lebih dikenal dengan tenaga surya. Ujang Darwin salah satu korban selamat dalam kecelakaan ini mengungkapkan awal mula terjadinya kecelakaan, sampai dengan evakuasi korban ke rumah sakit. Berikut liputannya

ANDRY DINATA – LUBUK LAGAN

Naas, musibah, dan murni kecelakaan hal itulah yang diungkapkan oleh Ujang Darwin warga Desa Lubuk Lagan sekaligus Kaur Pemerintah desa setempat yang juga menjadi korban dalam kecelakaan kerja akibat tersengat listrik tegangan tinggi milik PLN. Dalam kejadian ini, disampaikan oleh Ujang tidak ada pihak yang bersalah, dan tidak ada yang disalahkan, hal ini murni merupakan kecelakaan. Diceritakannya, pada tahun ini Desa Lubuk Lagan menganggarkan pemasangan lampu jalan sebanyak 45 titik. Seluruh lokasi tempat akan dipasang lampu jalan dengan tenaga solar panel sudah ditentukan oleh pemerintah desa setempat. Bahkan jauh sebelum peralatan, tiang dan unit lampunya sampai pemerintah desa sudah menyiapkan lubang untuk tempat nantinya tiang lampu jalan akan berdiri. Pada hari Kamis (29/4), pemerintah desa menginstruksikan masyarakat yang juga dilibatkan dalam pembangunan ini untuk menyusun tiang lampu di tempat dimana akan dipasang lampu jalan. Awalnya, peralatan lampu jalan diperkirakan sampai semua atau sebanyak 45 unit pada hari itu. Namun ternyata yang sampai hanya tujuh unit lampu jalan. Jadi atas pertimbangan lainnya, maka pemerintah desa dan juga pihak perusahaan selaku pelaksana memutuskan untuk memasang lampu jalan keesokan harinya yaitu pada hari Jumat (30/4), setelah seluruh unit lampu jalan tiba di lokasi. Kayu, tiang lampu, dan juga material seperti pasir sudah disiapkan di lokasi.
Pada hari Jumat memang betul alat lampu jalan sudah tiba di Desa Lubuk Lagan, namun belum seluruhnya hanya sebagian saja. Setelah alat lampu jalan sudah tiba pekerja dari perusahaan langsung memasang alatnya. Meski saat itu waktu sudah menunjukan pukul 17.00 WIB. Untuk lampu jalan pertama dipasang tepat di depan rumah Sekdes, lalu lampu jalan yang kedua dipasang di depan rumah Dayat. Di dua lokasi pemasangan lampu jalan ini tidak ada kendala, seluruhnya lancar, dan lampu jalan berfungsi sebagaimana mestinya. Lalu menuju ke lokasi tepat di mana di depan masjid At Mutaqin. Setelah lampu jalan dipasang di tiangnya, tinggal mendirikan tiang, lalu mengecor, dan memasang penyangga. Timbul kekhawatiran oleh pekerja bahwa lampu akan terkena kabel listrik milik PLN. “Pekerjanya saya tidak kenal sama sekali, kami hanya bertugas untuk memasang penyangga dan juga mengecor lubang tiang lampu jalan. Sebelum didirikan salah satu pekerja sempat bertanya, karena posisi tiang yang sudah diletakan itu lampunya mengarah ke masjid, dan takut kena kabel listrik maka diputuskan tiangnya digeser sejajar dengan pinggir jalan,” cerita Ujang, kemarin.
Saat menggeser tiang dan langsung ingin menegakkan tiang, ada enam orang yang memegang tiang menjaga agar tiang tidak bergeser dan lampu yang sudah dipasang tidak jatuh. Setelah tiang diangkat, sekitar ketinggian 70 Cm, Tarmizi warga Desa Lubuk Lagan yang memegan ember isi adukan semen, ikut membantu karena posisi tiang tidak tepat dengan lubang yang sudah dibuat. “Satu tangannya pegang ember isi adukan semen, dan satu tangan lagi memegang pangkal tiang agar tepat ke dalam lubang,” sambungnya.
Disampaikannya lagi, saat mendirikan tiang lampu jalan posisi Ujang Darwin berada di baris ke empat. Orang yang berada paling ujung atau dekat dengan lampu adalah pekerja dari perusahaan yaitu yang bernama Sahrul, lalu orang yang berada di bawah Sahrul juga merupakan pekerja perusahaan Bilda Bona, lalu Melki, Ujang Darwin, Fikri, Damsi, dan Tarmizi.
“Saya tidak kenal karena baru itulah bertemu. Untuk yang memang tiang paling ujung selamat karena tangannya sudah tidak menempel di tiang lagi. Saat sudah diangkat tiang menyetuh kabel PLN dan hitungan detik terjadi letupan. Saat letupan terjadi saya langsung terlepas dari tiang, dan saya mementalkan diri dari tempat korban bergeletakan. Saya saat itu posisi sadar tetapi tidak berdaya. Ada yang mutar ada yang nempel di tiang. Saya ingat api di tubuh bagian dada saya warna hijau. Yang saya lihat satu orang yang umurnya masih 21 tahunan di depan saya saat kejadian lidahnya sudah ke luar. Setelah saya terpental, tubuh saya menghantam pelapis tebing depan masjid, dan saya masuk ke dalam siringan,” tuturnya.
Dikatakannya lagi, dalam kejadian pukul 17.35 WIB ini banyak masyarakat yang melihat tetapi masyarakat tidak berani untuk menolong. Selang beberapa menit setelah listrik dipadamkan barulah korban dievakuasi. Empat orang dibawa menggunakan mobil gran max menuju ke rumah sakit M. Yunus. Sedangkan untuk dirinya sebelum dibawa ke M. Yunus terlebih dahulu sempat menjalani pengobatan dengan bidan terdekat. Saat ini kondisi Ujang Darwin mulai pulih, dirinya mengalami luka bakar di jempol kaki, mengalami luka di tangan, dan luka memar di rusuk sebelah kanan.
“Saya sampaikan kepada media yang meliput datang ke sini. Kalau tujuannya untuk mencari orang yang disalahkan saya tidak bersedia. Apabila tujuannya untuk mencari fakta maka saya akan bercerita apa yang sebenarnya terjadi. Tidak ada yang salah, PLN tidak salah, karena ketinggian kabel itu mencapai 12 meter. Dan tinggi tiang hanya 7 meter. Namun lokasinya berbeda karena sudah dipasang pelapis tebing. Pelaksana atau perusahaan juga tidak salah, karena mereka sudah memasang di delapan desa dan tidak ada kendala. Untuk posisi lampu jalan juga tidak salah, karena di desa lain seperti Talang Perapat juga dipasang di bawah kabel milik PLN. Tidak ada yang salah, ini murni musibah, dan murni kecelakaan,” demikian.(**)

Tulis Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini Lainnya

Wabup: Rangkaian Job Fit untuk Mutasi

PEMATANG AUR – Tahapan job fit pejabat esok II kemarin telah resmi dibuka oleh Wakil…

Fraksi Nasdem Akan Ajukan Interpelasi Terkait Tabat

PEMATANG AUR – Fraksi Nesdem di DPRD Seluma akan menggunakan hak interpelasi terkait tapal batas…

Anggaran Pembangunan Balai Kota Minta Dipangkas

BENGKULU – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu telah merencanakan pembangunan Balai Kota di kawasan perkantoran merah…

Setiap Tahun, Ada Saja ASN Cerai

BENGKULU SELATAN – Fenomena maraknya gugatan cerai tidak terlepas dari faktor kehidupan yang diperbuat melalui…

GAMKI-Polres Bengkulu, Vaksin Massal

BENGKULU – Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Bengkulu bersama Polres Bengkulu akan mengadakan vaksin…

Dakwah Cara Nabi Selamatkan Iman yang Tersesat

BENGKULU – Apa sebenarnya arti Dakwah? Dakwah secara bahasa artinya memanggil, mengundang, ajakan, imbauan dan…

90% Pejabat BS Tak Paham Tupoksi

BENGKULU SELATAN – Bupati Bengkulu Selatan (BS), Gusnan Mulyadi, SE.MM menuturkan, bahwa dari hasil Cascading…

,

Perangkat Desa Bisa Ajukan Pinjaman Rp 75 Juta ke Bank Bengkulu

SEMIDANG ALAS – Kepala desa dan perangkat, bisa mengajukan pinjaman hingga Rp75 juta ke Bank…

Kata Bupati Seluma, Dia Cari Kadis Berkualitas

PEMATANG AUR – Job Fit terhadap 24 Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang pada saat…

PR Polres Seluma. Tangkap Pemilik Ladang Ganja

SELEBAR – Hingga saat ini, anggota jajaran Kepolisian Polres Seluma masih melakukan penelusuran terkait dengan…

Kesehatan

Langganan Konten

Berlangganan buletin kami untuk mendapatkan berita terbaru, berita populer, dan pembaruan eksklusif.

Loading