Rabu, 22 September 2021

Hanyut di Siring, Murid PAUD Meninggal Dunia

Angkasanews.id-
Minggu, 22 November 2020 | 10:28WIB
2 menit baca
16859678893602362891

 

GUNUNG AGUNG – Revaldy (5) yang merupakan murid Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) putra dari Jozardi warga Desa Gunung Agung, Kecamatan Lubuk Sandi, Sabtu (21/11), meninggal dunia. Revaldy meninggal dunia setelah tubuh kecilnya hanyut di siringan depan masjid Nurul Ikhsan Desa Gunung Agung. Persisnya di depan rumah Budi toke karet desa setempat. Kronologisnya, sekitar pukul 16.00 WIB Revaldy bersama dengan Moza anak perempuan seumurannya mandi hujan. Ketika sedang mandi hujan Revaldy langsung terjun ke dalam siringan di depan masjid. Karena hujan deras, arus air di siringan membuat Revaldy hanyut, dan terseret ke bawah gorong-gorong yang berada di bawah jalan lintas Bengkulu Tais. Kurang lebih 30 menit setelah kejadian, teman Revaldy yaitu Moza menyampaikan kepada warga sekitar bahwa Revaldy terjun ke siringan dan hanyut. “Setelah mendapatkan informasi tersebut, keluarga dan masyarakat langsung melakukan pencarian. Selang beberapa jam, Revaldy ditemukan di sungai Kungkai. Ditemukan oleh Budi masyarakat yang ikut dalam pencarian. Kondisinya tidak ada luka sama sekali,” kata Kades Gunung Agung Suhirman, kemarin.

Revaldy ditemukan 300 meter dari tempat awal hanyut. Setelah ditemukan pihak keluarga memutuskan untuk membawa Revaldy ke Klinik Harapan Mitra di Kelurahan Babatan, Kecamatan Sukaraja. Setelah ditangani oleh medis, Revaldy dinyatakan sudah meninggal dunia. “Dugaan awal saat ditemukan sudah meninggal dunia. Namun karena permintaan keluarga maka dibawa ke rumah sakit dulu. Saat ditemukan, kondisi tubuhnya tidak ada luka. Dan juga nampak tidak begitu banyak meminum air. Kalau dari keterangan medis, Revaldy mengalami luka patah rahang. Diduga, patah rahang ini akibat masuk ke dalam gorong-gorong yang berada di bawah jalan,” sambungnya.

Dengan kondisi duka, dan mengingat cuaca yang tidak mendukung, sehingga Revaldy dimakamkan, pada hari Minggu (22/11). “Mengingat situasi dan kondisi, pihak keluarga memutuskan untuk memakamkan besok (hari ini). Saya selaku perwakilan pemerintah desa turut berduka cita dengan kejadian ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” tutup Kades.(adt)

Tulis Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini Lainnya

Pikul Beras, Wawali Serahkan Langsung ke Warga Kurang Mampu

BENGKULU – Setelah penyerahan bantuan beras Program Keluarga Harapan dan Doa (PKHD) dilaunching oleh Walikota…

Tebat di Lunjuk Dibangun Tanpa Izin?

LUNJUK – Pembangunan wisata Tebat Ratu, yang berada di Desa Lunjuk, Kecamatan Seluma Barat kabarnya…

Pagi Ini, Ada Vaksin GAMKI-Polri di RRI Bengkulu

BENGKULU – Bagi warga Provinsi Bengkulu yang belum vaksin, baik vaksin I dan ke II,…

Nasdem Kritisi RPJMD

PEMATANG AUR – Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten…

Judicial Review Permendagri, Pemda Seluma Konsultasi ke Pengadilan

TALANG SALING – Selasa (21/9) siang sekitar pukul 13.45 WIB. Terlihat sebanyak tujuh kuasa hukum…

Unik, Helmi Hasan Bagi Beras 10 Kg Lebih Sebutir

Bengkulu – Di tengah kondisi pandemi Covid-19, Walikota Bengkulu Helmi Hasan benar-benar mencari solusi agar…

BS Level Tiga Lagi, Pandemi Covid-19

BENGKULU SELATAN – Saat ini Bengkulu Selatan (BS) turun ke level tiga dalam hal PPKM….

15 Kios Sekundang Segera Dilaunching Pemda BS

BENGKULU SELATAN – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disprindagkop) dan UMKM…

Wabup: Rangkaian Job Fit untuk Mutasi

PEMATANG AUR – Tahapan job fit pejabat esok II kemarin telah resmi dibuka oleh Wakil…

Fraksi Nasdem Akan Ajukan Interpelasi Terkait Tabat

PEMATANG AUR – Fraksi Nesdem di DPRD Seluma akan menggunakan hak interpelasi terkait tapal batas…

Kesehatan

Langganan Konten

Berlangganan buletin kami untuk mendapatkan berita terbaru, berita populer, dan pembaruan eksklusif.

Loading