Selasa, 18 Januari 2022

Dikatakan BKSDA Masuk CA dan Dihentikan Kades, Investor Pasir Besi Bagi Makanan dan Amplop

Angkasanews.id-
Jumat, 12 November 2021 | 10:40WIB
3 menit baca
investor
16859678893602362891

PASAR SELUMA – Kemarin siang, Jumat (12/11), investor pasir besi di Pasar Seluma mengumpulkan beberapa orang warga yang bdidominasi wanita dan anak-anak warga Desa Pasar Seluma, Kecamatan Seluma Selatan. Mereka dikumpulkan di camp perusahaan ini yang belum selesai dibangun sekitar pukul 14.00 wib.
Dari pantauan Radar Seluma di lapangan, masyarakat yang berkumpul tersebut diberikan pengarahan oleh pihak perusahaan bahkan pihak perusahaan meminta dukungan kepada masyarakat untuk mendirikan perusahaan tambang pasir besi di lokasi tersebut. Selain diberikan arahan, terlihat juga pihak perusahaan memberikan amplop dan juga nasi kotak kepada masyarakat yang ikut berkumpul di lokasi tambang pasir besi. Padahal sebelumnya Kades Pasar Seluma Hertoni sudah menghentikan aktivitas mereka dan pihak BKSDA menyatakan bahwa lokasi ini masih masuk cagar alam (CA) dan siap memproses aktivitas di lokasi ini.
Massa yang dikumpulkan dalam undangan pihak perwakilan investor ini, menyatakan diri memberi dukungan terhadap beroperasinya kembali tambang pasir besi di desanya. Dengan menjanjikan kesejahteraan bagi masyarakat setempat.
Terkait dengan hal tersebut saat berusaha dikonfirmasi Radar Seluma, salah seorang tim percepatan pembangunan Kabupaten Seluma yang juga diketahui merupakan mantan Ketua DPRD Kabupaten Seluma, Dr Husni Thamrin, SH MH mengklaim, telah mengantongi izin dari Pemerintah Pusat. Sedangkan izin dari Provinsi dan kabupaten tengah dalam proses registrasi. Pihak perusahaan juga mengklaim jika pihak perusahaan yang diundang oleh masyarakat setempat untuk hadir di tengah-tengah masyarakat.
“Terkait izin pihak investor sudah ada dan diterbitkan dari pemerintah pusat. Kita tetap komitmen mendukung keberadaan investor tambang pasir besi untuk kesejahteraan masyarakat sekitar, karena Tuhan sudah menyiapkan sumber daya alam yang harus kita manfaatkan. Perusahaan yang diundang oleh masyarakat,” sampai Husni saat dikonfirmasi Radar Seluma dilokasi.
Dirinya juga mengklaim jika dengan adanya perusahaan tambang pasir besi nantinya tidak adanya saling mengganggu. Hal ini lantaran jarah lokasi pasir besi dengan pelabuhan berjarak sekitar 10 kiloan. Serta lokasi wisata Pasar Seluma berjarak sekitar 15 kilo. Sehingga tidak adanya mengganggu aktivitas dengan adanya investor, lantaran telah memiliki izin yang lengkap.
“Ini tidak saling mengganggu, sementara kita tidak bisa menolak investor karena mereka telah memiliki izin yang lengkap. UKL UPL mereka punya, izin dari Menteri SDM mereka punya dan itu dinyatakan lengkap. Artinya kita tidak dapat menolaknya,” tegas Husni.
Berkaitan dengan kawasan Cagar Alam (CA) Husni mengatakan jika coba dilihat kembali. Hal tersebut lantaran pihaknya telah memiliki izin lengkap. Sehingga tidak mungkin dikeluarnya izin jika lokasi tersebut berada di kawasan CA.
“Ini instansi pemerintahan yang mengeluarkan Kementerian ESDM masa mereka mengeluarkan izin diatas kawasan CA,” tegasnya.
Terkait dengan arahan Bupati semuanya telah diserahkan oleh pihak perusahaan. Mulai dari Izin, IUP, UKL UPL semuanya telah diserahkan ke Pemerintah daerah.
“Tinggal kedepannya Bupati mungkin akan mengumpulkan semua yang terkait baik itu instansi pemerintah ataupun pihak-pihak lainnya untuk menilai ini, melihat ini. Sekali lagi izin ini dari pemerintah pusat,” tegasnya.
Perusahaan yang akan menggerakkan lokasi tambang pasir besi tersebut masih lokasi yang lama. Yakni perusahan PT Paming Lapto Abadi. Dimana dulunya perusahaan tersebut sempat ingin mengelolah lokasi tambang. Hanya saja tidak jadi lantaran belum adanya izin.
Sementara itu, Kades Pasar Seluma, Hertoni mengaku massa yang diundang tersebut sengaja diundang dan telah diiming-imingi uang transport dan makan dari pihak investor, karena sudah banyak dijanjikan sebagai karyawan tambang pasir besi.
“Ini jelas mengorek luka lama, dan sangat berpotensi menimbulkan konflik horizontal kembali, saya berharap pengambil kebijakan dalam hal ini Bupati untuk hati-hati menentukan kebijakan yang cenderung menguntungkan segelintir orang, tanpa memikirkan dampaknya dikemudian hari,” ujar Hertoni.
Hertoni juga menegaskan, jika sampai saat ini pihak perusahaan belum menunjukkan satu lembar pun masalah izin perizinan di dalam izin pengelolahan tambang pasir besi tersebut kepada pihak Pemerintah Desa. Namun saat ini pihak perusahaan telah mengumpulkan Masyarakat tanpa sepengetahuan pemerintah desa. “Secara otomatis mereka ingin melakukan kubu. Dengan adanya ini kami mohon kepada pihak perusahaan kita feer aja,” harapnya.(ctr)

Tulis Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini Lainnya

,

Terancam Jembrana, Sapi Di Talo Divaksin

PASAR TALO � Sapi di Talo disuntik vaksin anti jembrana. Petugas Kesehatan Hewan, drh. Renta…

Ditakutkan Mati Mendadak, 250 Sapi Diperiksa

PADANG PELAWI – Dalam rangka mengantisipasi virus dan menekan jumlah sapi yang mati akibat jembrana….

Tiga SMPN di Seluma, Dilaporkan LSM ke Polda

SUKARAJA – Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Serawai Provinsi Bengkulu, Muhairi secara resmi kemarin (17/1)…

, ,

Siltap Kades dan Perangkat Belum Terakomodir

PEMATANG AUR – Pemkab Seluma belum mengakomodir besaran gaji Kades dan Perangkat Desa sesuai PP…

, , ,

Bupati Seluma DL Lagi

PEMATANG AUR – Memasuki tahun pertama Bupati Seluma Erwin Octavian saat ini terus gencar melakukan…

Dian Ciputra

Dahlan Iskan SAYA terlambat tahu: Ny Ciputra ternyata sudah meninggal dunia. Berarti, hanya tiga tahun…

HMI Se Sumbagsel Ancam Duduki Kantor Bupati Seluma, Terkait Polemik Tambang

SELUMA -Polemik tambang pasir besi di Seluma Selatan mendapat perhatian dari Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa…

Direktur RBMG Dianugrahi PCNO

//Diserahkan 9 Februari di Hadapan Presiden RI BENGKULU – Direktur Rakyat Bengkulu Media Grup (RBMG),…

, ,

Tiga Pengedar dan Pemasok Narkoba, Diringkus Polda

BENGKULU – Usai menangkap tiga orang pengedar narkoba jenis sabu berinisial EF ( 33 )…

, ,

Suami Ditahan, Perempuan Jenggalu Geruduk Kantor Bupati

PEMATANG AUR – Sejumlah kaum perempuan dari Desa Jenggalu Kecamatan Sukaraja menggeruduk kantor bupati, sekira…

Kesehatan

Langganan Konten

Berlangganan buletin kami untuk mendapatkan berita terbaru, berita populer, dan pembaruan eksklusif.

Loading