Senin, 18 Oktober 2021

Diduga Tenggak Miras Oplosan, Warga Ilir Talo Meninggal

Angkasanews.id-
Kamis, 23 September 2021 | 11:49WIB
3 menit baca
Kapolres Seluma
16859678893602362891

SELEBAR – Diduga lantaran usai mengkonsumsi Minuman Keras (Miras) oplosan disebuah Warung Remang-remang (Warem) seorang warga meninggal dunia. Miras oplosan kembali menelan korban jiwa di Kabupaten Seluma. Korban Miras oplosan kali ini menimpa seorang warga Desa Nanti Agung, Kecamatan Ilir Talo yakni diketahui bernama Nugi Afriadi (25) yang menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tais. Pada Kamis (23/9) siang, sekitar pukul 11.00 WIB. Setelah sempat dirawat oleh pihak medis selama 11 jam lamanya.
Menurut keterangan rekan korban Sidiq saat dikonfirmasi Radar Seluma di RSUD Tais. Kronologis kejadian tersebut terjadi dua malam yang lalu. Dimana dirinya bersama dengan korban mengunjungi Warem yang ada di kawasan Kecamatan Semidang Alas (SA). Pada saat itu, dirinya bersama korban ikut merayakan salah satu wanita yang sedang ulang tahun. “Dua malam yang sudah, kami minum ). Kami ke sana kebetulan ada cewek ulang tahun,” sampai Sidiq.
Usai sampai di lokasi Warem, dirinya bersama dengan korban minum Miras yang dibelikan oleh rekan wanitanya. Mereka minum minuman keras jenis Vodka, Mansion, dan Bir serta Soju. Selama dua hari ini, pasca korban pesta minum-minuman keras. Korban pun mengalami sakit. Lantaran korban tak bisa makan. Sebab saat korban makan, korban muntah-muntah. “Diminum di tempat lokasi, korban dibawa ke sini sekitar pukul 23.00 WIB. Dikarenakan dua hari ini makan gak bisa. Makan muntah gitu,” terangnya. Terkait dengan jumlah Miras yang dikomsumsi pada saat itu dirinya mengaku tidak mengetahui persis. Hanya saja dirinya mengatakan, jika kondisi meja dengan panjang 1,5 meter lebih dikit hampir penuh dengan miras. Setidaknya lebih dari 10 botol.
Korban yang saat itu telah dibawa ke RSUD Tais, langsung ditangani oleh pihak Medis RSUD Tais. Lantaran kondisi korban yang cukup parah (Kritis). Akhirnya pada siang harinya yakni pada Kamis (23/9) sekitar pukul 11.00 WIB, korban tak dapat ditolong. Korban pun akhirnya meninggal dunia saat sedang mendapatkan perawatan medis RSUD Tais yang direncanakan akan dirujuk ke RSUD M. Yunus Kota Bengkulu.
Dari pantauan Radar Seluma saat berada di RSUD Tais. Terlihat rekan korban dan juga beberapa wanita rekan korban juga terlihat ada di RSUD Tais. Jasad korban akhirnya dibawa ke rumah duka dengan menggunakam mobil ambulance.
Sementara itu, dari hasil diagnosa tim medis RSUD Tais menyebutkan. Jika korban datang mengeluhkan nyeri ulu hati, sesak nafas dalam, mual, muntah setelah mengkonsumsi alkohol oplosan Vodka, Mansion, Bir dan Soju dua hari yang lalu.
Tak hanya itu saja, dari informasi di lapangan juga didapatkan informasi. Jika setelah kasus ini terjadi, baru diketahui menambah daftar korban minuman oplosan setelah dua orang pengunjung warung remang-remang lainnya yakni diketahui bernama Muksin (30) warga Desa Padang Batu, Kecamatan Ilir Talo. Serta Honi (19) warga Desa Tebat Sibun, Kecamatan Talo Kecil yang terlebih dulu juga meninggal dunia beberapa hari yang lalu akibat hal serupa.
Atas kejadian tersebut, membuat pihak keluarga korban berharap kepada pihak instansi terkait. Untuk segera menertibkan warung remang-remang yang kini kian menjamur. Agar ke depannya tidak ada lagi kasus serupa yang terjadi, hingga mengakibatkan korban lainnya.

Pemilik Warem Marah-Marah

Sementara itu, tidak lama pasca kejadian tersebut. Salah seorang pemilik warung remang-remang yang ditahui bernama Dedi Tato juga mengaku sebagai oknum wartawan sempat menelfon wartawan Radar Seluma. Dalam pembincangannya melalui telfon sempat melakukan pengancaman serta meminta wartawan Radar agar tidak memberitakan hal ini. Serta ia mengajak ketemuan di luar. Ia juga melarang wartawan Radar Seluma memberitakan informasi ini ke publik. Bahkan oknum yang mengaku wartawan tersebut mengatakan dengan bahasa kasar. Serta sempat membawa-bawa nama Bupati Seluma, serta menyebut seakan bupati berada di bawah instruksinya. “Jangan asal beritakan. Nanti bupati akan saya telpon dan akan saya laporkan Radar Seluma ke bupati,” ancamnya melalui sambungan telpon. Ia juga membantah dan mengatakan jika berita tersebut di atas tidak benar alias Hoak.(ctr)

Tulis Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini Lainnya

, ,

Target Desember, 70% Warga Bengkulu Sudah Vaksin

BENGKULU SELATAN – Gubernur Bengkulu Dr. Rohidin Mersyah mengaku pada akhir tahun ini, jumlah warga…

,

Uang Komite 50%, Hanya Empat Bulan

DERMAYU – Surat edaran Gubernur Bengkulu tentang pembayaran uang komite hanya sebesar 50 persen atau…

Jalan Rusak Parah, Gubernur DIminta Larang Truk Besar

BENGKULU – Anggota Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, Edwar Samsi meminta agar Gubernur bersikap tegas…

Ginting Cs Juara Piala Thomas

AARHUS – Indonesia memastikan diri menjadi juara Piala Thomas 2020 usai mengalahkan China di partai…

Final Thomas Cup Sore Ini, Indonesia Vs China

Sore ini, Tim Thomas Cup Indonesia akan menghadapi Tim Thomas Cup Cina. Ini setelah Indonesia…

,

Ditinggal Hajatan, Rumah Warga Talang Sali Terbakar

TALANG SALI – Warga Desa Talang Sali, Kecamatan Seluma Timur pada Minggu (17/10) sempat dibuat…

Wabup Ajak Wakil Ketua MPR Tanam Raya Jagung

BENGKULU SELATAN – Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Bengkulu Selatan (BS), H.Rifai Tajudin,S.Sos meminta kepada Bupati…

BPBD Provinsi Instruksikan Siaga Bencana

BENGKULU – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu, Rusdi Bakar mengintruksikan BPBD…

Kasus Tabrak Lari dan Dua Laka MD Masih Penyelidikan

SELEBAR – Tingginya kasus Kecelakaan lalulintas (Lakalantas) yang terjadi di wilayah Kabupaten Seluma, hingga mengakibatkan…

Balita Itu, Akhirnya Meninggal Dunia

TEDUNAN – Hanya berselang dua hari kabar heboh sempat terjadi di Desa Tedunan, Kecamatan Semidang…