Kamis, 27 Januari 2022

Bunga Rafflesia Berhasil Dibudidayakan Warga Lubuk Resam

Angkasanews.id-
Selasa, 9 November 2021 | 01:24WIB
1 menit baca
bunga refflesia
16859678893602362891

LUBUK RESAM – Siapa sangka bunga puspa langkah Raflesia Arnoldi yang selama ini diklaim hidup sebagai tanaman parasit dan tidak bisa dibudidayakan. Kali ini justru terbantahkan. Teori budidaya tersebut dikemukakan oleh sosok seorang petani kopi asal Desa Lubuk Resam, Kecamatan Seluma Utara. Gupardi si pemilik lahan area perkebunan kopi yang berada lumayan jauh dari pemukiman warga menyebut bahwa Puspa langkah tersebut mekar karena campur tangan dirinya. Yang sengaja menanam inang Puspa langkah di area perkebunan kopi miliknya. Hingga bunga puspa Raflesia Arnoldi tersebut pada saat ini tumbuh dan mekar. “Kalau yang ini aku tanam umur 4 tahunan lebih. Ini bentuk batang dan daunnya beda,” sampai Gupardi.
Hal tersebut dilakukan oleh Gupardi selaku Ketua Gabungan Kelompok Tani Hutan atau hijau Desaku. Berawal dari maraknya perambahan hutan yang mengancam kelestarian bunga raflesia, menjadi inspirasi Gupardi untuk membuktikan dengan mencoba penyelamatan puspa langka. Melalui inang bunga puspa langkah Raflesia Arnoldi. “Butuh waktu 4 tahun lamanya, sejak inang Raflesia Arnoldi berbentuk seperti akar anggur dan ditanam. Bunga Raflesia pun akhirnya berkembang dan mekar,” ujarnya
Diketahui, jika untuk menjangkau ke lokasi bunga puspa langkah Raflesia Arnoldi tersebut. Harus membutuhkan waktu selama 2 jam lamanya dari Desa Lubuk Resam untuk menuju ke lokasi perkebunan kopi yang berada di lokasi Kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) Bukit Badas Register 76.
Bunga Raflesia Arnoldi yang baru akan mekar ini tidak hanya satu. Namun disekitarnya juga muncul knop atau bakal bunga Raflesia Arnoldi yang berbentuk kol yang juga bakal menjadi bunga Raflesia Arnoldi. Kendati termasuk puspa langka yang dilindungi negara. Namun dirinya tahu konsekuensi hukum. Karena berdasarkan undang-undang nomor 41 tahun 1999 pasal 50 ayat 3 huruf M, disebutkan setiap orang dilarang mengeluarkan, membawa dan mengangkut tumbuh-tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi undang-undang yang berasal dari kawasan hutan tanpa izin dari pejabat yang berwenang.(ctr)

Tulis Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini Lainnya

,

Sempat Ricuh, Demo Perangkat Desa se Seluma

PEMATANG AUR – Lantaran terbawa suasana panas demo ribuan Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten…

,

Demo PPDI se Kab Seluma, Dikritik Kades

Demo PPDI Kabupaten Seluma, di Kantor bupati menuai banyak kecaman dari Kepala Desa (Kades). Kecaman…

Peran Guru Dalam Budaya Positif

Novitasari Tamvaty, S.Pd SMK NEGERI 2 Seluma Guru merupakan pendidik yang bukan hanya sekedar memberikan…

,

Ribuan Perangkat Desa, Demo di Kantor Bupati Seluma

PEMATANG AUR – Ribuan gabungan perangkat desa yang ada di wilayah Kabupaten Seluma, tergabung dalam…

, ,

Mau Jadi Kades, Wajib Vaksin, E,,Pemilih Juga Ya

PEMATANG AUR – Pilkades serentak di Kabupaten Seluma, akan dilaksanakan pada tanggal 9 Juni 2022….

,

Kepala Sekolah Siap-Siap Ya, Mutasi Sudah Dekat

PEMATANG AUR – Setelah melakukan beberapa kali mutasi di jabatan struktural, pemerintah daerah juga akan…

Pelayanan 4 OPD di BS, Masih Kuning

BENGKULU SELATAN – Asisten I Sekda BS Yunizar hasan,SH menuturkan, Ombusman tingkat Provinsi melaporkan kepada…

Panen Semangka dan Jagung di Kebun Polres BS

BENGKULU SELATAN – Ketua DPRD Kabupaten Bengkulu Selatan, Barli Halim, SE kemarin menghadiri kegiatan panen…

Kecewa dengan Disnaker, Lapor ke Gubernur

BENGKULU – Kecewa dengan pelayanan yang diberikan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Bengkulu atas…

, , ,

Mufran Imron Divonis 11 Tahun Penjara

BENGKULU – Mantan Wakil Bupati Seluma yang juga Mantan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI)…

Kesehatan

Langganan Konten

Berlangganan buletin kami untuk mendapatkan berita terbaru, berita populer, dan pembaruan eksklusif.

Loading