Tuesday, July 5, 2022
spot_img
HomeKesehatanTerjangkit PMK, Sapi Tidak Layak Qurban

Terjangkit PMK, Sapi Tidak Layak Qurban

radarselumaonline.com PEMATANG AUR – Mendekati hari Raya Idul Adha (Qurban), terkait dengan penyebaran virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang saat ini telah masuk ke wilayah Kabupaten Seluma. Membuat Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Seluma menghimbau kepada masyarakat yang akan melaksanakan Qurban. Untuk dapat melakukan sesuai dengan syariat Islam. Yakni, mengutamakan kondisi sapi yang sehat. Walaupun diketahui, jika kondisi sapi yang terjangkit penyakit PMK masih layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat.
Hanya saja untuk pelaksanaan Qurban di hari Raya Idul Adha mendatang. Dianjurkan untuk dapat mengorbankan sapi yang berkondisi sehat. Ataupun kondisi sapi yang aman dan tidak terjangkit penyakit. “Sebenarnya sapi yang terkena PMK, masih aman untuk dikonsumsi. Tetapi khusus untuk qurban, sesuai dengan syariat Islam bahwa sapi dalam kondisi sehat,” sampai Kepala Kemenag Kabupaten Seluma, H Heriansyah, SAg MH saat dikonfirmasi Radar Seluma di ruang kerjanya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Kemenag Kabupaten Seluma juga memberikan imbauan kepada para panitia qurban. Bahkan masyarakat yang ingin melakukan qurban di hari Raya Idul Adha mendatang. Untuk dapat mengutamakan kondisi sapi yang sehat. Baik sehat secara fisik, maupun sehat secara medis. “Oleh karena itu kita sarankan, sapi yang akan di Qurban kan, paling tidak ada surat keterangan sehat dari Dokter hewan,” himbaunya.
H Heriansyah juga menambahkan, jika biasanya pihaknya (Kemenag) Kabupaten Seluma selalu memberikan himbauan kepada para panitia qurban dan masyarakat. Terkait dengan sapi yang akan di Qurbankan, agar ada dikeluarkan surat keterangan sehat dari Dokter hewan.

Dengan adanya surat keterangan sehat dari Dokter hewan, nantinya dapat mengurangi kondisi sapi yang tidak sehat. Atau meluasnya penyebaran akan penyakit PMK. Terkait dengan keafdolan di dalam melakukan qurban. Menurut Kemenag Kabupaten Seluma lebih afdhol sapi yang tidak terjangkit akan penyakit PMK. “Sepanjang itu tidak membahayakan manusia. Saya kita bisa ditoleransi. Akan tetapi jika ada sapi yang sehat, kita himbau sapi yang sehat pastinya. Yang tidak terkena PMK,” pungkasnya.(ctr)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments