Saturday, May 28, 2022
spot_img
HomePENDIDIKANSejarah Singkat Desa Padang Merbau

Sejarah Singkat Desa Padang Merbau

SELUMA SELATAN – Sejarah sangatlah penting diketahui dan dipelajari setiap kalangan,jangan pernah kita melupakan sejarah atau asal usul tanah kelahiran kita,karena sangat penting kita harus tahu siapa leluhur yang telah mendahului kita. Radar Seluma saat ini sedang melakukan penghimpunan sejarah masa lalu yang terputus oleh waktu. Sejarah desa, penting diingat agar anak cucu serta generasi penerus tidak melupakan sejarah dimasa yang akan datang. Kali ini, Radar Seluma mengulas sejarah Desa Pasang Merbau Kecamatan Seluma Selatan. Desa Padang Merbau Kecamatan Seluma Selatan memiliki cerita dan sejarah yang sangat menarik untuk dibahas,desa ini terbilang desa termuda di Kecamatan Seluma Selatan, berdiri 14 April 2010 pemekaran dari Desa Padang Genting. Walaupun terbilang muda Desa Padang Merbau memiliki cerita sendiri dan sejarah yang panjang. Jurnalis Radar Seluma berhasil menghimpun data dari tokoh pemekaran Desa Padang Merbau yang juga tokoh Seluma Selatan,Yahudin Kemadi. Dia menceritakan terbentuknya Desa Padang Merbau memiliki proses yang sangat panjang, dahulu Desa Padang Merbau merupakan bagian dari Desa Padang Genting. Tokoh pemekaran desa Padang Merbau yakni Yahudin Kemadi, Ikhwan Nazili, hamzah bani (alm),Hermansyah, Ujang Kusyadi,Ahlaudin,harmansyah,Aidit Kusuma dan Edi Siswadi.
Diceritakannya setelah pemekaran nama Desa Padang Merbau masih dalam perbincangan di masyarakat. Desa Terusan menjadi pilihan tokoh masyarakat karena Terusan merupakan Desa dimasa lampau yang berada di seberang batang hari atau sungai air Seluma. Desa tersebut penduduknya semuanya meninggal karena mengidap penyakit misterius yang dinamakan masyarakat penyakit geru dan mayat penduduk di Desa Terusan dibuang ke pama gumbai atau rawa. Dari cerita tersebut hanya menyisahkan nenek moyang dari masyarakat Desa Padang Merbau yang bernama Seraim yang menikah dengan Aisyah dari Kota Bengkulu. Selanjutnya dikatakan Yahudin memang pernah ditemukan oleh masyarakat peninggalan sejarah adanya Desa Terusan dengan dibuktikan penemuan material dan teko,serta guci keramik yang telah pecah saat masyarakat dahulu membuka lahan pertanian di lokasi Desa Terusan. Misteri penduduk desa Terusan yang meninggal mendadak menjadi buah bibir cerita masyarakat,karena kejadian dimasa lampau tersebut memang diyakini benar adanya oleh masyarakat. ” Cerita ini memang dari turun temurun oleh kakek buyut kami terdahulu, sejarah ini merupakan hal yang tidak akan pernah saya lupakan. Saya lahir di 1947 Jepang masih menduduki Indonesia. Pada saat itu Jepang bermukim diujung desa Padang Merbau untuk berkebun, Desa Terusan yang saya ceritakan juga saya dapatkan dari kakek dan nenek saya yang telah dahulu mendahului kami. Sampai saat ini kebenaran cerita tersebut belum jelas, tapi cerita atau mitos ini telah banyak sampai ditengah masyarakat,karena saya salah satu keturunan dari mereka” kata Yahudin. Sayangnya nama Desa Terusan tidak disetujui oleh masyarakat. Nama Desa Padang Merbau menjadi pilihan karena diseberang ada Merbau merupakan nama dusun lama, Merbau itu sendiri berarti kayu paling elok, dusun sebrang batang hari yang juga tidak jauh dari Desa Terusan. Arti dari Padang Merbau ialah Padang diambil dari desa Padang Genting karena Padang Merbau merupakan pemekaran Desa Padang Genting dan merbau itu sendiri merupakan dusun lama,
Dusun pinggir air Seluma, kenapa masyarakat saat itu bermukim ditepian Sungai karena dahulu transportasi dan akses masyarakat melalui jalur air.
Desa yang terbilang muda Padang Merbau memiliki segudang sejarah yang sampai saat ini menjadi cerita turun temurun,saat ini Padang Merbau berumur 12 tahun dan telah dipimpin 2010-2011 : Pjs yahudin Kemadi, 2012-2016 : Ikhwan Nazili, 2016 -2017 : Pjs Aidit, 2017 – 2021 : sasyadi. Sebagian besar masyarakat Desa Padang Merbau merupakan petani padi ,sawit dan palawija ,masyarakat bertumpu dibidang sektor pertanian.
Kades Padang Merbau Sasyadi mengatakan bahwa, Padang Merbau saat ini sudah menjadi desa berkembang naik level yang sebelumnya selama 7 tahun lamanya masih desa tertinggal, dengan jumlah kk 247 ,
Jumlah 817 jiwa serta luas wilayah 782, 81 ha.” Desa Padang Merbau sendiri berbatasan langsung dengan Desa Padang Genting, Tanjung Seru, Rawa sari, Sukarami,Rimbo Kedui dan Pasar Seluma. Dengan program Dana desa kami bisa membangun infrastruktur dibidang pertanian dan membantu perekonomian masyarakat ditengah pandemi Covid 19 dengan menyalurkan BLT DD , serta membangun sebanyak 5 RTLH sampai dengan saat ini ” tegas Sasyadi.
Ditambahkannya cerita masa lampau terbentuknya Desa Padang Merbau ini menjadi sejarah yang perlu diketahui oleh generasi Padang Merbau ,karena asal usul tanah kelahiran menjadi cerita dan sejarah yang jangan sampai terhapus oleh waktu. (**)

Penulis : Eldo Pernando (Radar Seluma)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments