Wednesday, August 10, 2022
spot_img
HomeSELUMAMeninggal di Jepang, Pemulangan TKI Asal Seluma Terkendala Dana

Meninggal di Jepang, Pemulangan TKI Asal Seluma Terkendala Dana

PEMATANG AUR – Hokdi Erna Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Desa Muara Timput, Kecamatan Semidang Alas Maras, meninggal dunia pada Kamis (30/6). Hokdi saat ini berada di Negara Jepang. Sehingga keluarga saat ini tengah berupaya untuk memulangkan jenazah Hokdi ke Kabupaten Seluma. Yang menjadi kendala saat ini adalah biaya, mengingat ongkos penerbangan yang lumayan pihak keluarga saat ini sedang melakukan penggalangan dana. Proses pemulangan jenazah Hokdi terkendala lantaran Hokdi merupakan imigran ilegal. Informasinya saat sakit atau sebelum meninggal dunia Hokdi sudah melapor ke kantor imigran Jepang terkait dengan statusnya sebagai imigran ilegal. Dengan harapan imigran Jepang dapat memulangkannya ke Tanah Air. Namun sayang, sedang dalam proses oleh Imigran Jepang Hokdi meninggal dunia. Saat ini Hokdi masih berada di salah satu rumah sakit wilayah Hibakota Ibaraki-Ken.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Seluma Rosdiana, S.Sos, M.Si didampingi oleh Sekretaris Tusmi Herawani, SH, MH saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. “Ya betul itu merupakan warga Desa Muara Timput. Meninggal karena sakit komplikasi. Kami sudah menghubungi Kades, dan dikatakan Kades pihak keluarga saat ini sedang menggalang dana untuk membawa pulang jenazah Almarhum yang masih berada di Jepang. Untuk pemerintah daerah, kami akan berkoordinasi terlebih dahulu ke bapak bupati. Apakah nanti akan dibantu pendanaan untuk pemulangan jenazah. Yang jelas kita upayakan. Terkhusus untuk menyediakan ambulan penjemputan di bandara Fatmawati untuk menuju ke Desa Muara Timput,” kata Tusmi, kemarin (4/7).
Kemudian Tusmi juga mengimbau agar masyarakat jangan lagi menjadi TKI Ilegal. Selain tidak terdata, salah satunya yang menjadi kendala adalah apabila terjadi hal seperti kematian dan lainnya. “Memang betul tetap menjadi tanggung jawab negara. Namun prosesnya sulit. Berbeda apabila resmi, maka akan cepat ditanggulangi. Yang wajib untuk memulangkan jenazah adalah perusahaan ataupun majikannya. Kami juga tidak bisa memantau apabila terjadi hal yang tidak diinginkan. Seperti ini jujur kami baru tahu setelah ada informasi di media sosial. Jadi janganlah lagi menjadi TKI Ilegal. Lebih baik resmi,” sambungnya.
Selain karena belum memiliki biaya untuk memulangkan jenazah. Informasinya pihak rumah sakit saat ini masih melakukan autopsi, dan juga pemeriksaan terhadap jenazah Hokdi. Dan untuk rincian dananya masih belum diketahui. Namun dipastikan keluarga tidak akan sanggup untuk memulangkan jenazah. “Untuk biayanya kami juga belum tahu. Namun estimasinya mencapai puluhan juta. Kita terus akan berupaya. Untuk saat ini kita belum bisa menghubungi pihak yang ada di Jepang. Namun kabarnya saat ini Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di sana sudah membantu,” tutupnya.
Skemanya, Hokdi bisa saja dipulangkan oleh Imigran Jepang apabila tidak meninggal dunia. Karena informasinya, di Jepang apabila TKI ilegal tertangkap atau melapor ke kantor imigran, maka akan dilatih untuk selanjutnya diberikan pekerjaan. Hasil pekerjaan selama dibina itulah yang nanti akan digunakan untuk ongkos pulang. Namun sayang Hokdi meninggal dunia sebelum melewati proses tersebut.(adt)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments