Jumat, 17 September 2021

Sempit, Gedung BPKB Layak Dibangun

Angkasanews.id-
Rabu, 27 Januari 2021 | 02:12WIB
1 menit baca
16859678893602362891

BENGKULU SELATAN – Gedung Balai Penyuluhan Keluarga Bencana (BPKB) tidak layak digunakan untuk tempat pertemuan, sebab gedung tersebut diketahui ruangnya sempit. Meskipun ada 11 unit berdiri gedung di masing-masing kecamatan dalam Kabupaten Bengkulu Selatan, namun Petugas Lapangan Keluarga Bencana (PLKB) dalam menjalankan tugas, tak dapat berbuat banyak dengan ruang sempit saat menggelar pertemuan. Terlebih PLKB dituntut merencanakan, mengorganisasian, mengembangkan, melaporkan dan mengevaluasi program KB Nasional dan Program pembangunan lainnya di tingkat Desa/Kelurahan serta melakukan konsolidasi dengan semua pihak terkait untuk menyusun rencana pelaksanaan kegiatan program KB Nasional di tingkat lini.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Bengkulu Selatan (BS), M.Redhwan Arif S.Sos, mangatakan, peran Petugas Lapangan Keluarga Bencana (PLKB), mengorganisasia, mengembangkan, melaporkan dan mengevaluasi program KB Nasional dan Program pembangunan lainnya di tingkat Desa/Kelurahan. Namun dari 11 kecamatan di BS 1 masing-gedung BPKB ruangnya sempit. Sehingga petugas terhambat dalam menjalankan tugasnya, saat ada pertemuan melibatkan orang banyak. Tentunya, dukungan pemerintah dalam pembangunan fisik gedung tersebut sangat diharapkan.
“Pentingnya dukungan pemerintah daerah untuk pembangunan fisik gedung BPKB di BS, agar petugas dapat bekerja dengan leluasa, terlebih PLKB BS dihadapkan dengan Covid 19 mengharuskan jaga jarak setiap ada kegiatan,”tutur Redhwan, Selasa (26/2021).
PLKB adalah Pegawai Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten/Kota berkedudukan di Desa/ Kelurahan yang bertugas melaksanakan/mengelola, menggerakkan, memberdayakan serta menggalang dan mengembangkan kemitraan dengan berbagai pihak dalam pelaksanaan program bersama institusi masyarakat pedesaan/ perkotaan. Tanpa ada dukungan daerah keinerja dalam menjalankan tugas tak mudah di gapai. “Ya, soal anggaran kegiatan di PLKB selama ini dukung dari pusat,”tuturnya.(yes)

Tulis Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini Lainnya

Tak Ada Dana, Batas BS-Seluma Tak Jadi Digugat

PEMATANG AUR – Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seluma melakukan gugatan atas lahirnya Peraturan Menteri Dalam…

Diduga Tak Diizinkan Nikah, Pelajar Tenggak Racun Rumput

SA – Aksi nekat dilakukan seorang pelajar warga Desa Pinju Layang, Kecamatan Semidang Alas(SA) berinisial…

Program Walikota Sedekah Rp 2 Ribu, 67 Kelurahan Tancap Gas

BENGKULU – 67 Kelurahan yang ada di Kota Bengkulu menyatakan siap mendukung program fenomenal Walikota…

Nelayan di BS Tanpa Asuransi Lagi

BENGKULU SELATAN – Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bengkulu Selatan (BS), Novianto S.Sos.MSi menuturkan para nelayan…

Warga Ketapang Pasar Manna Tak Ambil Beras PPKM

BENGKULU SELATAN – Tercatat oleh pihak Lurah Ketapang, kecamatan Pasar Manna ada sembilan kepala keluarga…

Program Helmi Hasan Jadi Inspirasi Kerinci

BENGKULU -Program-program Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, terkhususnya visi-misi membahagiakan masyarakat ternyata menjadi inspirasi dan motivasi…

LPG 3kg Langka, Dewan Panggil Disperindag dan Pertamina

BENGKULU – Menyikapi kelangkaan LPG 3 Kilogram (Kg) bersubsidi atau gas melon, Anggota DPRD Provinsi…

Katanya, Pembangunan Tambat Labuh, Bronjong dan TPI Selesai

KETAPANG BARU – Untuk memastikan telah selesainya pelaksanaan pembangunan tiga item pengerjaan pada tahun 2021…

Mutasi di Pemkab Seluma Menggantung, Ada Apa?

PEMATANG AUR – Mutasi pejabat eselon III dan IV saat ini menggantung. Dimana, sebelumnya mutasi…

Kasus DD Padang Genting, Sudah Tiga Tahun Tak Naik-naik

PADANG GENTING – Masyarakat Desa Padang Genting Kecamatan Seluma Selatan merasa heran. Laporan mereka soal…

Kesehatan

Langganan Konten

Berlangganan buletin kami untuk mendapatkan berita terbaru, berita populer, dan pembaruan eksklusif.

Loading