Jumat, 17 September 2021

Sapi Bali di BS Terserang Virus Jembrana

Angkasanews.id-
Sabtu, 23 Januari 2021 | 02:39WIB
2 menit baca
16859678893602362891

BENGKULU SELATAN – Sapi bali diketahui sangat rentan terhadap infeksi penyakit jembrana atau yang biasa dikenal dengan penyakit keringat darah yang dapat menyebabkan kematian tinggi pada sapi bali. Sapi yang rentan terjangkit penyakit jembrana adalah ternak sapi yang berumur lebih dari 1 tahun, dan paling banyak menyerang ternak sapi yang berumur 4 hingga 6 tahun. Penyakit jembrana menyebabkan Kerugian ekonomi yang cukup besar karena angka kematiannya relatif tinggi. Selain itu penyakit ini memiliki kecenderungan untuk menyerang sistem kekebalan tubuh, sehingga hewan rentan terinfeksi. Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Bengkulu Selatan (BS), Okty Feriyenni, S.P.MM menuturkan penyakit jembrana merupakan penyakit yang kerap menyerang sapi Bali, dan di Kabupaten Bengkulu Selatan (BS) terhitung awal bulan September-Oktober lalu sudah terjangkit virus ini, dan terparah di desa Pagar Gading Pino Raya. “Terdata berdasarkan laporan peternak sapi, ada 46 ekor sapi bali sakit termasuk mati di BS akibat diserang penyakit Jembrana,” ungkap Okty Feriyenni kepada awak media, kemarin (22/1/2021).
Terparah, sapi Bali mati/sakit awal September-Oktober paling banyak di desa Pagar Gading Pino Raya dan setelah diselidiki benar sapi Bali terdampak virus karena ada warga beli sapi dari Kabupaten Seluma, sebelumnya Seluma sudah terpapar virus Jemberna. Selain itu, wilaya desa terserang virus Jembrana sapinya di desa Tungkal, Talang Padang, Kedurang, Sulau, Tanjung Besar, dan Muara Tiga. “Penyakit Jembrana tidak menular ke manusia. Penyakit ini hanya menyerang sapi. Sapi yang terinfeksi penyakit jembrana akan mengalami demam dengan kenaikan suhu tubuh hingga mencapai 41°- 42° C. Pada saat demam akan terjadi penurunan jumlah trombosit di dalam pembuluh darah. Akibat penurunan trombosit ini akan terjadi pendarahan di kulit yang luka akibat gigitan serangga pengisap darah seperti lalat sehingga menyebabkan sapi yang terinfeksi mengeluarkan keringat darah. Keringat darah merupakan salah satu gejala penyakit jembrana yang sangat populer di masyarakat peternak sapi. Selain mengalami kenaikan suhu tubuh, sapi yang terinfeksi penyakit jembarana juga dapat mengalami abortus pada betina bunting yang terinfeksi, pembengkakan pada kelenjar limfe terutama limfoglandula parotis, prefemoralis dan praescapularis, diare berdarah, serta mengalami luka pada selaput lendir mulut yang menyebabkan sapi mengalami kesulitan pada saat makan, mengalami penurunan bobot badan,”ucap Okty.
Pencegahan dan Pengendalian penyakit jembrana sangat penting untuk dilakukan dengan rutin pemberian vaksin, pemberikan suplemen, pembersihan sapi di kandang dan pemberian kadang sapi. “Sapi mati terkena virus Jemberana sebaiknya jangan dimakan atau dibuang ke sungai, sebab dapat merugikan pihak lainnya, dan baiknya sapi tersebut di kubur atau di bakar,”pungkasnya.(yes)

Tulis Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini Lainnya

Tak Ada Dana, Batas BS-Seluma Tak Jadi Digugat

PEMATANG AUR – Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seluma melakukan gugatan atas lahirnya Peraturan Menteri Dalam…

Diduga Tak Diizinkan Nikah, Pelajar Tenggak Racun Rumput

SA – Aksi nekat dilakukan seorang pelajar warga Desa Pinju Layang, Kecamatan Semidang Alas(SA) berinisial…

Program Walikota Sedekah Rp 2 Ribu, 67 Kelurahan Tancap Gas

BENGKULU – 67 Kelurahan yang ada di Kota Bengkulu menyatakan siap mendukung program fenomenal Walikota…

Nelayan di BS Tanpa Asuransi Lagi

BENGKULU SELATAN – Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bengkulu Selatan (BS), Novianto S.Sos.MSi menuturkan para nelayan…

Warga Ketapang Pasar Manna Tak Ambil Beras PPKM

BENGKULU SELATAN – Tercatat oleh pihak Lurah Ketapang, kecamatan Pasar Manna ada sembilan kepala keluarga…

Program Helmi Hasan Jadi Inspirasi Kerinci

BENGKULU -Program-program Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, terkhususnya visi-misi membahagiakan masyarakat ternyata menjadi inspirasi dan motivasi…

LPG 3kg Langka, Dewan Panggil Disperindag dan Pertamina

BENGKULU – Menyikapi kelangkaan LPG 3 Kilogram (Kg) bersubsidi atau gas melon, Anggota DPRD Provinsi…

Katanya, Pembangunan Tambat Labuh, Bronjong dan TPI Selesai

KETAPANG BARU – Untuk memastikan telah selesainya pelaksanaan pembangunan tiga item pengerjaan pada tahun 2021…

Mutasi di Pemkab Seluma Menggantung, Ada Apa?

PEMATANG AUR – Mutasi pejabat eselon III dan IV saat ini menggantung. Dimana, sebelumnya mutasi…

Kasus DD Padang Genting, Sudah Tiga Tahun Tak Naik-naik

PADANG GENTING – Masyarakat Desa Padang Genting Kecamatan Seluma Selatan merasa heran. Laporan mereka soal…

Kesehatan

Langganan Konten

Berlangganan buletin kami untuk mendapatkan berita terbaru, berita populer, dan pembaruan eksklusif.

Loading