Selasa, 21 September 2021

Bupati BS Kesal, Dikbud Belum Lakukan Muatan Lokal

Angkasanews.id-
Jumat, 20 Agustus 2021 | 01:14WIB
2 menit baca
Bupati-BS-Gusnan-1
16859678893602362891

BENGKULU SELATAN – Bupati Bengkulu Selatan (BS), Gusnan Mulyadi,SE.MM kesal kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) belum lakukan kurikulum lokal tentang mengaji atau membaca Al -Quran wajib bagi murid di Bengkulu Selatan.
Bahkan rancangan ini sudah dirapatkan dengan tokoh – tokoh pendidikan pada tahun 2020, sampai saat ini belum selesai juga bahwa dalam artian belum di undangankan,seyokyanya pengerjaan itu bisa cukup satu minggu, bahkan sudah diingatkan salah satu contoh
Kabupaten Goa mulai anak kelas 1-2 dan 3 Sekolah Dasar(SD) tidak ada belajar Membaca Menulis Menghitung (CaNisTung) murni belajar karakter.
“Saya kesal apa yang disamapaikan kepihak Dikbut terkait belajar karakter belum dilaksanakan,”tutur Gusnan, Kamis (19/8/2021).
Lanjut Gusnan, apabila belajar karakter dipelajari dari kelas 1-2 dan 3 SD dibuat dalam bentuk Peraturan daerah(Perda) nantinya karakter itu sudah tertanam maka anak – anak akan belajar dengan sendirinya,seperti contoh Thomas Alva Edison tidak pernah sekolah,thomas bahkan diusir dari sekolah karena dianggap anak yang bodoh,tetapi sesungguhnya dia anak yang cerdas.
“Jangankan mau menciptakan seperti Thomas. Uuntuk mencontoh kurikulum yang ada di Pondok Pesantren saja sampai saat ini belum ada sampai pergerakannya kepada saya, bahkan belum pernah diekspos dan itu inovasi yang saya cetuskan,”ucap Gusnan.
Bahkan bukan hanya baca Al- Quran saja, tetapi Dikbud juga pernah diminta untuk menggali budaya – budaya lokal yang nantinya dijadikan sebuah buku, yang nantinya bisa menjadi pegangan para guru untuk bahan mengajar.
“Dengan tergerusnya budaya, ya banyak generasi muda yang sudah tidak paham dengan panggilan, apakah ini uncu apa ini wak, ibung, karena panggilan ini sudah banyak berubah dengan panggilan moderen seperti om, paman dan sebagainya.Bahkan tidak sedikit anaknya memanggil bro kepada orang tuanya. Buktinya pada saat hari besar seperti Idul Fitri banyak siswa yang tidak sumkem kepada seorang guru, karena sejak awal penanaman karakter tersebut tidak kita tanamkan dalam diri anak.Untuk itu semua mari lakukan perubahan dengan merubah pola pikir,”ajak Gusnan.(yes)

Tulis Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini Lainnya

Wabup: Rangkaian Job Fit untuk Mutasi

PEMATANG AUR – Tahapan job fit pejabat esok II kemarin telah resmi dibuka oleh Wakil…

Fraksi Nasdem Akan Ajukan Interpelasi Terkait Tabat

PEMATANG AUR – Fraksi Nesdem di DPRD Seluma akan menggunakan hak interpelasi terkait tapal batas…

Anggaran Pembangunan Balai Kota Minta Dipangkas

BENGKULU – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu telah merencanakan pembangunan Balai Kota di kawasan perkantoran merah…

Setiap Tahun, Ada Saja ASN Cerai

BENGKULU SELATAN – Fenomena maraknya gugatan cerai tidak terlepas dari faktor kehidupan yang diperbuat melalui…

GAMKI-Polres Bengkulu, Vaksin Massal

BENGKULU – Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Bengkulu bersama Polres Bengkulu akan mengadakan vaksin…

Dakwah Cara Nabi Selamatkan Iman yang Tersesat

BENGKULU – Apa sebenarnya arti Dakwah? Dakwah secara bahasa artinya memanggil, mengundang, ajakan, imbauan dan…

90% Pejabat BS Tak Paham Tupoksi

BENGKULU SELATAN – Bupati Bengkulu Selatan (BS), Gusnan Mulyadi, SE.MM menuturkan, bahwa dari hasil Cascading…

,

Perangkat Desa Bisa Ajukan Pinjaman Rp 75 Juta ke Bank Bengkulu

SEMIDANG ALAS – Kepala desa dan perangkat, bisa mengajukan pinjaman hingga Rp75 juta ke Bank…

Kata Bupati Seluma, Dia Cari Kadis Berkualitas

PEMATANG AUR – Job Fit terhadap 24 Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang pada saat…

PR Polres Seluma. Tangkap Pemilik Ladang Ganja

SELEBAR – Hingga saat ini, anggota jajaran Kepolisian Polres Seluma masih melakukan penelusuran terkait dengan…

Kesehatan

Langganan Konten

Berlangganan buletin kami untuk mendapatkan berita terbaru, berita populer, dan pembaruan eksklusif.

Loading