Saturday, May 28, 2022
spot_img
HomePENDIDIKANRitual Adat Cuci Kampung Desa Tanjungan

Ritual Adat Cuci Kampung Desa Tanjungan

SELUMA SELATAN – Setiap desa tentunya memiliki adat istiadat masing-masing begitu juga desa Tanjungan Kecamatan Seluma Selatan memiliki adat ritual cuci kampung yang mana di lakukan lima tahun sekali. Radar Seluma mencoba mengikuti kegiatannya.

Beberapa hari yang lalu desa Tanjungan Kecamatan Seluma Selatan melaksanakan Adat ritual cuci kampung atau beluluah yang bertujuan untuk mensucikan kampung dari marabahaya dan meminta maaf kepada leluhur nenek moyang pendiri kampung Desa Tanjungan Kecamatan Seluma Selatan. 

Yang mana mungkin banyak hal-hal yang kurang pantas dan layak di lakukan oleh masyarakat Desa Tanjungan serta mengenang jasa-jasa para pendiri desa dan leluhur nenek moyang desa Tanjungan dan sebagai ucapan terimakasih kepada leluhur serta ucapan syukur kepada tuhan yang maha kuasa atas segala rahmat dan berkah untuk masyarakat desa atas segala limpahan kesehatan dan Rizki yang melimpah.

Kegiatan dilakukan pada malam hari oleh pemangku adat yang di ketua oleh Lukmanudin bersama-sama pemerintahan desa. Kegiatan diawali dengan ritual Adat penyerahan sebagai mahar serta keperluan ritual dari pemerintahan desa oleh ketua panitia Sudarno kepada ketua adat Lukmanudin dan dilakukan ritual dan doa-doa sesuai adat. 

Dari hasil ritual tersebut baru kemudian dilakukan penyiraman air setepung setawar ke sekeliling kampung Desa Tanjungan. Kemudian kembali ketempat semula kembali berdoa meminta keselamatan untuk seluruh penghuni kampung agar terhindar dari segala marabahaya dan di berikan kesehatan serta di mudahkan segala Rizki yang penuh berkah.

Serta mendoakan juga para leluhur nenek moyang pendiri dusun agar di ampuni segala dosa dan di tempatkan di tempat yang layak dan terpuji.

Sudarno selaku ketua panitia membenarkan kegiatan cuci kampung adalah sebagai acara ritual adat yang mana dilakukan Liam tahun sekali. 

“kegiatan ini memang kami laksanakan sekali dalam lima tahun dengan tujuan untuk mengenang para leluhur nenek moyang kami serta membersikan kampung dari segala kesalahan dan kekilafan anak cucung dusun laman. Dengan melakukan ritual kemudian hasil dari ritual air setepung setawar di siramkan ke sekeliling kampung serta berdoa untuk keselamatan seluruh masyarakat dusun laman agar di mudahkan segala urusan dan para leluhur nenek moyang di ampuni segala dosa dan kesalahan,” cerita Sudarno. (**) 

Penulis : Juli Irawan, Radar Seluma

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments