Thursday, May 19, 2022
spot_img
HomePENDIDIKANPeran Guru Dalam Budaya Positif

Peran Guru Dalam Budaya Positif

Novitasari Tamvaty, S.Pd

SMK NEGERI 2 Seluma Guru merupakan pendidik yang bukan hanya sekedar memberikan ilmu kepada anak didiknya namun juga sebagai sosok tauladan yang dapat di contoh baik perilaku maupun perkataan. Mengemban amanah sebagai seorang guru tentu memerlukan komitmen dalam diri untuk menjalankan tugas sebaik-baiknya sebagai pendidik. Guru bukan hanya di tuntut untuk mampu memberikan ilmu kepada murid namun juga diharapkan dapat menanamkan karakter baik kepada muridnya sehingga murid dapat mengamalkan nilai-nilai kebajikan dalam keseharian maupun dalam pergaulan di tengah masyarakat.
Dalam Filosofi Ki Hajar Dewantara (KHD) menyatakan tujuan pendidikan yaitu menuntun segala kodrat anak untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Selaras dengan filosofi KHD tersebut dijelaskan peran seorang guru yaitu sebagai penuntun kodrat anak kearah yang positif. Sepanjang menjalankan peran sebagai penuntun, guru juga seringkali dihadapkan pada beberapa rintangan dalam proses belajar mengajar, penerapan disiplin dan penanaman nilai-nilai kebajikan pada murid. Tentunya sebagai guru kita harus bisa mengolah rintangan tersebut menjadi tantangan sehingga dapat mencapai tujuan yaitu mewujudkan suatu budaya positif di sekolah. Membekali diri dengan memahami perubahan paradigma stimulus respon menjadi teori kontrol, disiplin positif, motivasi perilaku manusia, kebutuhan dasar, posisi kontrol dan restitusi.

Perubahan Paradigma Stimulus Respons – Teori Kontrol
Langkah pertama guru harus merubah cara pandang dari stimulus respons yang selama ini kita yakini menjadi teori kontrol. Dalam teori kontrol guru berusaha mengontrol diri sendiri dan menawarkan win-win solution (solusi menang-menang) ketika dihadapkan pada sebuah permasalahan.

Disiplin Positif
Disiplin Positif dimaknai dengan menjalankan keyakinan positif yang ada dalam diri untuk mencapai suatu tujuan. Sehingga disiplin hendaknya didukung dengan lingkungan positif, kebiasaan positif dan bermuara pada budaya positif di sekolah.

Motivasi Prilaku Manusia
Ada 2 (Dua) motivasi dalam berdisiplin. Yang pertama yaitu motivasi eksternal. Motivasi Eksternal yaitu untuk menghindari hukuman dan untuk mendapat imbalan dari orang lain. Yang kedua motivasi internal yaitu menghargai keyakinan-keyakinan dalam diri. Motivasi internal inilah yang diharapkan selalu diterapkan bagi seorang guru dalam menerapkan disiplin positif.

Kebutuhan Dasar Manusia
Guru wajib mengetahui bahwa semua perilaku yang di timbulkan oleh murid memiliki latar belakang dalam usaha pemenuhan kebutuhan dasar murid sebagai manusia. Ada lima kebutuhan dasar manusia yaitu bertahan hidup, cinta dan kasih sayang, penguasaan, kebebasan dan kesenangan.

Posisi Kontrol
Dalam penerapan budaya positif guru harus memahami posisi kontrol guru. Ada 5 (lima) peran yang biasa guru lakukan yaitu sebagai penghukum, pembuat rasa bersalah, teman, pemantau dan manajer. Posisi manajer merupakan posisi yang paling diharapkan diterapkan oleh guru. Menjalankan peran sebagai menajer berarti guru berkolaborasi dengan murid untuk mencari solusi untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Dengan berperan sebagai manajer guru menawarkan win-win solution (solusi menang-menang) bagi murid. Untuk melakukan peran sebagai manajer guru dapat melakukan kegiatan restitusi.
Restitusi
Restitusi adalah proses kolaboratif yang mengajarkan murid untuk mencari solusi untuk masalah, dan membantu murid berpikir tentang orang seperti apa yang mereka inginkan, dan bagaimana mereka harus memperlakukan orang lain (Chelsom Gossen, 1996). Langkah-langkah yang guru lakukan dalam restitusi yaitu menstabilkan identitas dengan cara merubah cara pandang murid yang merasa gagal karena berbuat salah menjadi positif bagi dirinya, validasi tindakan salah yaitu dengan membantu murid mengenali kebutuhan yang ingin dipenuhinya ketika melakukan kesalahan dan menanyakan keyakinan dengan cara membantu siswa menyadari kesepakatan dan keyakinan kelas apa yang sudah ia langgar. Dengan melakukan restitusi yang tepat guru mendorong kesadaran internal pada murid sehingga murid dapat menerapkan nilai-nilai yang ia yakini dan dapat kembali dengan lingkunganya dengan karakter yang lebih kuat.

Diharapkan Guru dapat menghadirkan versi terbaik dari dirinya dalam memberikan ilmu, mendidik murid dalam berperilaku dan bertutur kata. Guru juga harus mampu memberikan teladan yang baik bagi murid. Dengan membekali diri pada pengetahuan dan konsep baru seperti diuraikan diatas diharapkan dapat membantu guru untuk mewujudkan budaya positif di sekolah.

Karya Tulis Guru Bahasa Inggris
Penulis Novitasari Tamvaty, S.Pd

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments