Saturday, May 28, 2022
spot_img
HomeSELATANSampah Berserakan di Pinggir Pantai Pasar Bawah

Sampah Berserakan di Pinggir Pantai Pasar Bawah

BENGKULU SELATAN – Objek wisata Pantai Pasar Bawah yang berada di pusat kota Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan setiap hari terlihat sampah berserakan di pinggir pantai. Setiap hari pantai dikujungi warga di kabupaten Bengkulu Selatan maupun di luar kabupaten. Sampah berserakan menjadikan pemandangan kurang bagus.
Kepala Dinas Parawisata (Dispar) Kabupaten Bengkulu Selatan (BS), Drs Yulian Fauzi membenarkan sampah di pinggir Pantai Pasar Bawah berserakan merupakan tempat objek wisata di kabupaten Bengkulu Selatan dan objek wisata unggulan. Namun dikatakannya, bukan berarti tidak dilakukan pembersihan melainkan sampah tersebut merupakan kiriman dari Sungai Air Manna dibuang oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab, dapat dibuktikan sampah berserakan berbagai macam jenis seperti sampah bekas rumah tangga.
“Sepertinya warga di Kabupaten Bengkulu Selatan maupun pengunjung kurang peduli dengan kebersihan sehigga dapat dirasakan sampah masih tetap banyak berada di pinggir Pantai Pasar bawah,”ungkap Yulian Fauzi kepada awak media.
Pantauan di pantai Pasar Bawah, sampah berserakan di beberapa titik, termasuk di lokasi mura pantai pasar bawah, pohon cemara, dan sepanjang bibir pantai batas pemeca ombak.
Yulian Fauzi mengatakan persoalan sampah di objek wisata andalan tersebut sudah menjadi masalah menahun. Sudah beberapa kali mengadakan kegiatan memungut sampah bersama bahkan disediakan tempat sampah. Hanya saja hasilnya belum seperti yang dirasakan. Pengelolaan pantai pasar bawah diakui lamban dikarenkan keterbatasan anggaran dan beruntung apa yang dibangunkan di pantai pasar bawah dapat dilihat sekarang ini ada kucuran dari pemerintah pusat.
“Kami tidak bosan-bosannya memperingatkan atau menyampaikan kepada semua pihak baik warga setempat maupun pendatang menempatkan diri sesuai dengan yang diharapkan tidak buang sampah khususnya di sepanjang pantai pasar bawah bukan berarti tempat lain di perbolehkan dan juga tidak merusak pasilitas yang diberikan pemerintah, kerana sulit untuk melakukan perbaikan ketimbang memelihara barang yang sudah jadi,’’pungkas Yulian Fauzi.(yes)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments