Jumat, 17 September 2021

Petani Cabai Menjerit, Harga Turun

Angkasanews.id-
Senin, 7 Juni 2021 | 01:18WIB
2 menit baca
16859678893602362891

BENGKULU – Harga cabai rawit merah semakin turun Memasuki awal Juni ini, Pasalnya dipanennya kali ini harga cabai hanya diangka Rp 10 ribu per kilogram, ini disampaikan oleh Ketua DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Bengkulu, Mohd. Gustiadi Menurutnya, dengan kisaran harga itu sangat merugikan petani cabai. Karena jika dialokasikan maka hasil panen cabai ini, akan kesulitan untuk mengembalikan modal yang dikucurkan selama proses penanaman.
Untuk itu, ia mengajak menjadi pelajaran untuk masa tanam selanjutnya. Agar kejadian serupa tidak terulang. Yakni dengan membaca situasi pasar. Juga melihat kondisi permintaan pasar nantinya.
Berdasarkan data dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bengkulu kemarin untuk harga cabai merah besar di Pasar Kota Bengkulu diangka Rp 22 ribu per kilogram. Sementara harga cabai rawit di kisaran Rp 20 ribu perkilogram nya.
“Ya ini memprihatinkan ya. Banyak kawan kawan petani kita yang mengeluh karena harga ini, Sebaiknya tidak mengikuti trend ya. Ini di Ramadan lalu harga cabai tinggi bahkan sampai Rp 70 ribu. Jadi kebanyakan kawan-kawan kita ini ikuti untuk tanam cabai. Trend tanam ini juga ada di luar Bengkulu ya. Sehingga stok melimpah,” ungkap Edi Tiger.
Disisi lain, Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Daerah Pemilihan (Dapil) Bengkulu IV Kabupaten Rejang Lebong-Lebong, Heri Purwanto, SH menjelaskan anjloknya harga cabai ini memang sangat dirasakan dikalangan petani. Terutama para petani di Kabupaten Rejang Lebong, pasal saat ini untuk panen cabai hampir bersamaan sehingga stok pun melimpah, sementara untuk pasaran pun masih sama kapasitas permintaan cabai.
“Produksi cabai itu tidak begitu melipah, cuma di wilayah lain itu panen raya. Misalnya di daerah kerinci, sementara mangsa pasar kita itu, pasar yang sama. Pasar tradisional, di Jambi Pasar Angso Duo, Kemudian ke Padang Panjang. Dan dari Curup pun ini, mangsa pasarnya di situ,” kata Heri.
Juga tidak menutup kemungkinan, lanjut Heri, bahwa untuk cabai dari luar provinsi juga ada yang masuk ke Bengkulu. Sehingga, ini makin mempersempit dari mangsa pasar dari para petani lokal.
” Tidak menutup kemungkinan cabai cabai dari daerah luar itu ada yang masuk di Provinsi Bengkulu. Sehingga, mempengaruhi harga cabai di pasaran lokal. Untuk saat ini, harga cabai merah di harga Rp 10 ribu, jadi sangat memperihatinkan petani kita. Jadi petani cabai, baru mereka mendapatkan keuntungan itu di standar harga di Rp 20 ribu,” tutupnya.(ken)

Tulis Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini Lainnya

Tak Ada Dana, Batas BS-Seluma Tak Jadi Digugat

PEMATANG AUR – Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seluma melakukan gugatan atas lahirnya Peraturan Menteri Dalam…

Diduga Tak Diizinkan Nikah, Pelajar Tenggak Racun Rumput

SA – Aksi nekat dilakukan seorang pelajar warga Desa Pinju Layang, Kecamatan Semidang Alas(SA) berinisial…

Program Walikota Sedekah Rp 2 Ribu, 67 Kelurahan Tancap Gas

BENGKULU – 67 Kelurahan yang ada di Kota Bengkulu menyatakan siap mendukung program fenomenal Walikota…

Nelayan di BS Tanpa Asuransi Lagi

BENGKULU SELATAN – Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bengkulu Selatan (BS), Novianto S.Sos.MSi menuturkan para nelayan…

Warga Ketapang Pasar Manna Tak Ambil Beras PPKM

BENGKULU SELATAN – Tercatat oleh pihak Lurah Ketapang, kecamatan Pasar Manna ada sembilan kepala keluarga…

Program Helmi Hasan Jadi Inspirasi Kerinci

BENGKULU -Program-program Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, terkhususnya visi-misi membahagiakan masyarakat ternyata menjadi inspirasi dan motivasi…

LPG 3kg Langka, Dewan Panggil Disperindag dan Pertamina

BENGKULU – Menyikapi kelangkaan LPG 3 Kilogram (Kg) bersubsidi atau gas melon, Anggota DPRD Provinsi…

Katanya, Pembangunan Tambat Labuh, Bronjong dan TPI Selesai

KETAPANG BARU – Untuk memastikan telah selesainya pelaksanaan pembangunan tiga item pengerjaan pada tahun 2021…

Mutasi di Pemkab Seluma Menggantung, Ada Apa?

PEMATANG AUR – Mutasi pejabat eselon III dan IV saat ini menggantung. Dimana, sebelumnya mutasi…

Kasus DD Padang Genting, Sudah Tiga Tahun Tak Naik-naik

PADANG GENTING – Masyarakat Desa Padang Genting Kecamatan Seluma Selatan merasa heran. Laporan mereka soal…

Kesehatan

Langganan Konten

Berlangganan buletin kami untuk mendapatkan berita terbaru, berita populer, dan pembaruan eksklusif.

Loading