Selasa, 21 September 2021

Pemprov Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Angkasanews.id-
Jumat, 11 Desember 2020 | 02:45WIB
1 menit baca
yuliswani
16859678893602362891

BENGKULU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Bengkulu. TPAKD melaksanakan sinergi program prioritas, terutama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) maupun generasi muda, khususnya pelajar.
Dijelaskan Asisten Setdaprov Yuliswani TPKAD merupakan forum koordinasi antar instansi dan stakeholders terkait untuk mencapai tujuan tersebut.
Terkait hal tersebut, Yuliswani menerangkan, pihaknya terus bersinergi untuk peningkatan pemahaman dan partisipasi masyarakat. Peran serta industri jasa keuangan dalam bentuk penyaluran kredit kepada UMKM dan perluasan akses keuangan kepada masyarakat masih terus diharapkan, terlebih saat kondisi pandemi Covid-19.

“Hal ini menjadi prioritas dan kita sudah melaksanakan kegiatan itu. Kita sudah melakukan pengenalan inklusi keuangan kepada pelajar, baik itu melalui tabungan maupun asuransi untuk pelajar,” terang Yulis.
Untuk diketahui juga, berdasarkan hasil survei inklusi keuangan nasional oleh Oteritas Jasa Keuangan (OJK), diketahui Bengkulu berada di peringkat terbaik ke-11 dari 34 provinsi di Indonesia.
Sementara itu, pada Rakornas TPAKD ini pula Presiden Joko Widodo menyampaikan arahan strategis terkait pengembangan TPAKD ke depan. Dalam kegiatan ini juga dilakukan peluncuran dan diseminasi Roadmap TPAKD tahun 2021-2025 yang merupakan pedoman bagi seluruh kepentingan terkait untuk mengimplementasikan program kerja dan operasionalisasi TPAKD.
Jokowi menegaskan, peningkatan akses keuangan sangat penting dilakukan untuk mendorong pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di daerah. Mendorong keadilan sosial, mendorong peningkatan kesejahteraan dan taraf hidup rakyat melalui inklusi keuangan.
“Tingkatkan inklusi keuangan di daerah yang masih pasif, terutama untuk rakyat kecil dan UMKM. Berdasarkan data yang saya terima per September 2020 sebesar 73,7 persen kredit bank umum ada di pulau Jawa. Indeks inklusi keuangan Indonesia tahun 2019 bru sebesar 76 persen masih di bawah negara-negara Asia lainnya,” imbuh Jokowi.(ken)

Tulis Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini Lainnya

Wabup: Rangkaian Job Fit untuk Mutasi

PEMATANG AUR – Tahapan job fit pejabat esok II kemarin telah resmi dibuka oleh Wakil…

Fraksi Nasdem Akan Ajukan Interpelasi Terkait Tabat

PEMATANG AUR – Fraksi Nesdem di DPRD Seluma akan menggunakan hak interpelasi terkait tapal batas…

Anggaran Pembangunan Balai Kota Minta Dipangkas

BENGKULU – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu telah merencanakan pembangunan Balai Kota di kawasan perkantoran merah…

Setiap Tahun, Ada Saja ASN Cerai

BENGKULU SELATAN – Fenomena maraknya gugatan cerai tidak terlepas dari faktor kehidupan yang diperbuat melalui…

GAMKI-Polres Bengkulu, Vaksin Massal

BENGKULU – Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Bengkulu bersama Polres Bengkulu akan mengadakan vaksin…

Dakwah Cara Nabi Selamatkan Iman yang Tersesat

BENGKULU – Apa sebenarnya arti Dakwah? Dakwah secara bahasa artinya memanggil, mengundang, ajakan, imbauan dan…

90% Pejabat BS Tak Paham Tupoksi

BENGKULU SELATAN – Bupati Bengkulu Selatan (BS), Gusnan Mulyadi, SE.MM menuturkan, bahwa dari hasil Cascading…

,

Perangkat Desa Bisa Ajukan Pinjaman Rp 75 Juta ke Bank Bengkulu

SEMIDANG ALAS – Kepala desa dan perangkat, bisa mengajukan pinjaman hingga Rp75 juta ke Bank…

Kata Bupati Seluma, Dia Cari Kadis Berkualitas

PEMATANG AUR – Job Fit terhadap 24 Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang pada saat…

PR Polres Seluma. Tangkap Pemilik Ladang Ganja

SELEBAR – Hingga saat ini, anggota jajaran Kepolisian Polres Seluma masih melakukan penelusuran terkait dengan…

Kesehatan

Langganan Konten

Berlangganan buletin kami untuk mendapatkan berita terbaru, berita populer, dan pembaruan eksklusif.

Loading