Jumat, 21 Januari 2022

Pemprov Bengkulu Dukung Indonesia Bebas Rabies

Angkasanews.id-
Sabtu, 9 Oktober 2021 | 01:54WIB
1 menit baca
rohidin
16859678893602362891

BENGKULU – Provinsi Bengkulu terus mendukung target Indonesia untuk Bebas Rabies 2030. Ini tercermin dari beberapa Kabupaten di Provinsi Bengkulu telah dinyatakan bebas dari Rabies.
Dalam dialog bersama Menteri Pertanian ini Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah memaparkan komitmen dan program – program Provinsi Bengkulu dalami mengantisipasi dan mengendalikan Rabies.
“Kita menjamin ketersediaan vaksin baik melalui BPBD maupun APBN itu jumlahnya ribuan dosis, kemudian vaksinasi massal pada Hari Rabies Sedunia yang alhamdulillah seribuan vaksin telah dilakukan, juga pengetatan mobilisasi hewan yang terkadang kita masih lengah karena sangat potensial membawa penyakit,” papar Gubernur Rohidin.
Gubernur Rohidin juga mengingatkan dan mengajak masyarakat yang memiliki hewan peliharaan seperti anjing, untuk dapat divaksin maupun tidak melepas tanpa pengawasan di lingkungan masyarakat.
“Jika mempunyai hewan yang berpotensi Rabies itu untuk divaksinasi, kemudian jangan melepaskan binatang peliharaan terutama anjing, terakhir kita minta mengoptimalkan peran Puskeswan, Klinik Hewan, termasuk para Dokter Hewan di lapangan, tadi kita usulkan ke Pak Menteri untuk pembangunan Puskeswan yang baru, masih ada yang belum memiliki Puskeswan,” jelas Gubernur Rohidin.
Rabies adalah infeksi virus pada otak dan sistem saraf. Umumnya, virus penyebab rabies menular ke manusia melalui gigitan hewan. Rabies tergolong penyakit berbahaya karena berisiko menyebabkan kematian jika tidak cepat ditangani. Di Indonesia, rabies atau yang dikenal dengan istilah “penyakit anjing gila” masih menjadi salah satu penyakit yang mengancam kesehatan masyarakat.
Gejala rabies biasanya muncul sekitar 30–90 hari setelah penderita tergigit hewan yang terinfeksi. Hal ini dapat membuat diagnosis rabies sedikit susah, karena penderita bisa saja lupa telah tergigit atau tercakar hewan rabies. Gejala awal yang dapat muncul meliputi, demam, kesemutan pada luka gigitan dan Sakit kepala.(Ken)

Tulis Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini Lainnya

,

Mobnas Desa Digunakan Jualan Sayur

TAWANG REJO – Mobil dinas Desa Tawang Rejo, Kecamatan Air Periukan kabarnya pada Rabu (19/1)…

, , ,

Warga Miskin Bengkulu Berkurang Hingga 14 Ribu Jiwa

BENGKULU – Meskipun pandemi, yang disebut-sebut menjadi penyabab sulitnya ekonomi, ternyata bertolak belakang dengan data…

Dukcapil Tambah Alat Cetak KIA dan KTP-EL

PEMATANG AUR – Dalam menunjang kegiatan dan juga kinerja, pada saat ini Dinas Kependudukan dan…

,

TPI Pasar Seluma Naik Level Jadi PPI

PASAR SELUMA – Status Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang ada di wilayah Desa Pasar Seluma,…

,

Vaksin Jembrana di BS, Kosong

BENGKULU SELATAN � Vaksin jemberana dari Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Bengkulu untuk wilayah Kabupaten Bengkulu Selatan…

,

Radar Seluma, Isi Pelatihan Jurnalistik di SMKN 2

KAMPAI – Sebanyak 42 Pelajar SMK Negeri 2 Seluma mengikuti pelatihan jurnalistik yang digelar kemarin,…

, ,

Minyak Goreng Mulai Susah Ditemukan di Seluma

SUKARAJA – Usai mengalami penurunan harga dan setelah diserbu oleh pembeli, minyak goreng saat ini…

, ,

Sopir Laka Maut Ditetapkan Tersangka

SELEBAR – Kecelakaan maut di Desa Napalan Kecamatan Talo Kecil, yang menewaskan GA seorang pelajar…

, , ,

Melirik Pesona Objek Wisata Pandan

SELUMA UTARA – Bicara Objek wisata di Kabupaten Seluma cukup banyak. Namun, beberapa potensi wisata…

, ,

Distan Siapkan 500 Dosis Vaksin Jembrana

PEMATANG AUR – Dalam upaya mengendalikan penyebaran virus jembrana yang menyerang ternak sapi warga di…

Kesehatan

Langganan Konten

Berlangganan buletin kami untuk mendapatkan berita terbaru, berita populer, dan pembaruan eksklusif.

Loading