Rabu, 29 September 2021

Aset Mufran Imron Diincar Polisi

Angkasanews.id-
Rabu, 19 Mei 2021 | 03:47WIB
1 menit baca
Mufran
16859678893602362891

BENGKULU – Kapolda Bengkulu Irjen Pol Teguh Sarwono melalui Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Kombes Pol Dolifar Manurung mengatakan, Penyidik Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Bengkulu menargetkan pemberkasan tahap I terhadap kasus dugaan suap dana KONI Provinsi Bengkulu dapat dituntaskan dalam waktu dekat sehingga bisa dilimpahkan ke jaksa. Dolifar menjelaskan, pemeriksaan terhadap Mufron Imron sebagai tersangka masih sekitar aliran dana yang dipakai pribadi. Namun disinggung apa hasil keterangan Mufron, Dolifar enggan membeberkannya. “Nanti kita lihat di persidangan,” ucap Dolifar.
Sementara itu Penasehat Hukum Mufron Imron, Hanafi Pranawijaya mengatakan, dalam pemeriksaan tadi kliennya bersikap kooperatif. Mufron juga tak menampik beberapa pertanyaan penyidik yang masih fokus ke soal aliran dana. Namun soal materi pertanyaan dan jawaban, Hanafi enggan membeberkan lebih dalam. “Ada 15 pertanyaan. Masih menyambung pemeriksaan sebelumnya tentang aliran dananya. Yang jelas pak Mufron kooperatif. Tidak ada bantahan. Memang ada aliran dana yang dipakai pribadi. Ia tak menyebut keterlibatan pihak lain. Tapi nanti kita lihat di persidangan,” katanya.
Hanafi mengatakan, sejumlah aset Mufron juga belum disinggung terlalu jauh dalam pemeriksaan. Namun ia memastikan sejumlah aset yang disebut-sebut seperti rumah pribadi di Kota Bengkulu merupakan aset yang sudah dimiliki Mufron sebelum perkara korupsi KONI ini membelit. Seperti diketahui, kerugian negara dalam perkara ini, berdasarkan hasil perhitungan BPKP Bengkulu, mencapai Rp 11,1 milyar. Kepada RRI beberapa waktu lalu, Kepala BPKP Bengkulu Iskandar Novianto menjelaskan, dalam hasil auditnya BPKP sudah mengelompokkan anggaran yang bisa diterima pertanggungjawabannya dan mana yang tidak alias harus dipertanggungjawabkan. Ia menyebut, dari anggaran hibah Rp 15,014 milyar, uang yang dapat diterima keterangan atau laporannya hanya sekitar Rp 3,8 milyar. Sisanya harus dikembalikan. “11 milyar lebih itu harus dipertanggungjawabkan,” tegasnya.(ken)

Tulis Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini Lainnya

Gagal Menanjak, Mobil Touring Hantam Rumah

TALANG SALING – Kondisi jalan berlubang di ruas jalan dua jalur Kelurahan Talang Saling kembali…

Kejar Pendapatan Daerah, Aset Pemprov Segera Dioptimalkan

BENGKULU – Barang Milik Daerah (BMD) memerlukan pengelolaan agar dapat menunjang kinerja pemerintah dalam mengoptimalkan…

Baru Bank Bengkulu, Perusahaan di BS Salurkan CSR

BENGKULU SELATAN – Kepedulian perusahan terhadap kemajuan daerah masih sangat rendah. Seperti tanggung jawab sosial…

,

Terjaring Razia Sapol PP, Lima Pasangan Bukan Muhrim Diamankan

BENGKULU SELATAN – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bengkulu Selatan (BS) kembali menggelar razia…

Terbang Dari Kota Bengkulu Tak Perlu PCR Lagi, Cukup Antigen Saja BENGKULU – Kabar gembira…

Kata Bupati Seluma, Mutasi Tak Pakai Uang

PEMATANG AUR – Menjelang pelaksanaan Mutasi pejabat eselon III, IV dan eselon II di lingkungan…

Warga Minta Perpanjangan HGU PT. RMP Ditolak

PEMATANG AUR – Sejumlah warga Desa Air Teras Kecamatan Talo pada Senin (2/9) pagi, mendatangi…

Tanyakan Pengembalian Kerugian Negara Warga Desa Muara Danau Datangi Inspektorat

PEMATANG AUR – Untuk memastikan pengembalian kerugian negara dari hasil audit yang telah dilakukan oleh…

HD Oto Ditiru Walikota Palembang, Ini Kata Helmi Hasan

BENGKULU – Program fenomenal Walikota Bengkulu Helmi Hasan dan Wakil Walikota Dedy Wahyudi yakni HD…

Pembagian PKHD di Pematang Gubernur Diwarnai Tetesan Air Mata Warga

Mimik muka haru dan bahagia terpancar dari salah satu warga warga Kelurahan Pematang Gubernur atas…

Kesehatan

Langganan Konten

Berlangganan buletin kami untuk mendapatkan berita terbaru, berita populer, dan pembaruan eksklusif.

Loading